Perkiraan Biaya Nggalek.co Selama 3 Tahun

Di bulan Maret tiga tahun lalu, tepatnya bulan Maret 2016, nggalek.co didirikan. Dan di bulan Maret tahun 2019 ini, usia nggalek.co genap sudah 3 tahun. Jika dihitung berdasarkan usia manusia, nggalek.co barangkali ibarat balita yang sedang berkembang.

Merawat nggalek.co hingga saat ini bukan pekerjaan mudah. Tentu saja, tanpa anggaran yang bisa diolah. Saya yang mendaku diri sebagai webmaster dan tukang posting, hanya bisa melakukan apa yang sudah menjadi komitmen kami dulu. Saya tidak mau tahu jika kemudian ada beberapa orang—yang sudah mengucapkan komitmen—lantas nglinthuh. Bagi saya, merawat nggalek.co adalah keasyikan tersendiri. Toh pada kesempatan lain, mereka tetap kembali menulis atau sekadar menyumbangkan uang 50.000 sebagai donasi—meski ini hanya berlaku bagi satu-dua orang saja.

Benar, setiap artikel yang dikirim ke nggalek.co –sesuai kesepakatan bersama—dihargai Rp 50.000 –angka ini dulu keluar dari ide Mas Androw Dzulkifar, ketika kawan-kawan yang lain hanya berani mamatok Rp 30.000—di setiap artikelnya. Ada kesepakatan mengenai donasi ini, jika tidak mengirim tulisan, bisa setor donasi uang Rp.50.000,- /bulan, atau bisa memilih membuat artikel. Itu kesepakatan dulu dalam musyawarah terbatas.

Toh, saya belajar dari kawan-kawan, bahwa terkadang komitmen tersebut sekadar ucapan yang hanya dijadikan sebagai ungkapan “ben padha kancane” ketimbang memenuhi komitmen bersama untuk melatih konsisteni. Sampai saat ini, donasi uang Rp.50.000,- /bulan bagi yang tidak nulis—meski dinyinyiri orang dari luar—sebetulnya tak sungguh-sungguh berlaku. Mungkin memang berkomitmen itu sulit. Tidak apa-apa, memang begitulah manusia. Yang terpenting, menyoal subtansi dari lahirnya nggalek.co adalah portal lokal, apapun yang terjadi hingga detik ini, masih konsisten memposting tulisan dan tidak kunjung mati karena hostingnya tidak dibayar. Pokoke lek wong biasa wes modyar!

Menghitung Nilai Nominal Nggalek.co Selama 3 Tahun

Setiap program yang dijalankan atas dasar kebersamaan, harus dilaporkan secara transparan. Tujuannya, supaya semua orang tahu bagaimana perkembangan program tersebut. Atau supaya yang terlibat dalam program, tahu kelebihan dan kekurangan, dan juga supaya mereka yang tak suka dan iri terhadap program tersebut, bisa lebih berkualitas nyinyirnya. Untuk itu, perlu saya buatkan analisa nilai nominal nggalek.co selama 3 tahun terakhir.

Yang perlu dipahami dari hitungan ini adalah, bahwa yang tertera dalam bagan di atas bukanlah uang nyata yang beredar, melainkan biaya gotong royong oleh orang-orang di lingkaran nggalek.co memakai konversi rupiah dalam tingkat minimal.

Keterangan:

Selama tahun 2016 s/d 2019 (di mana artikel ini ditulis tanggal 6 Maret 2019) tercatat nggalek.co sudah mempublikasi sebanyak 411 artikel. Semua artikel yang ditulis oleh penulis tidak satu pun yang dibayar. Namun berdasarkan kesepatakan bersama bahwa setiap artikel dihargai sebesar Rp. 50.000,-. Oleh karena itu, saya tinggal mengkalikan 411 (artikel) x 50.000 = 20.550.000 (dua puluh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah). Jadi total donasi artikel dari para penulis sebesar angka tersebut.

Untuk membayar domain dan hosting selama tahun 2016 hingga dengan tahun 2019 (berjalan), nggalek.co mengeluarkan biaya sebesar Rp. 4.000.000. Dengan rincian, setiap tahun mengeluarkan biaya 1 juta rupiah. Dan alhamdulillah, di tahun 2019 s/d 2020 nggalek.co sudah melunasi pembayaran hosting dan domain, diambilkan dari sisa uang donasi tahun 2018 dari beberapa orang ke nggalek.co juga dari hasil penjualan buku.

Bagaimanapun juga nggalek.co memiliki editor, yang bekerja memperbaiki tulisan-tulisan yang masuk di nggalek.co. Perlu sampeyan ketahui bahwa, tidak semua tulisan yang masuk di dapur nggalek.co merupakan tulisan matang dan layak dikonsumsi, maka editor membuat tulisan tersebut menjadi lebih baik dan layak dikonsumsi. Pekerjaan editor tidak mudah, dan biasanya biaya pembayarannya mahal. Namun beruntung nggalek.co memiliki Misbahus Surur, yang meski dengan gerutuan-gerutuan, ia tetap aktif melakukan editing pada tiap-tiap artikel. Biaya editor/artikel dihargai Rp. 30.000,- dan jika dikalikan dengan 411 artikel, jumlahnya Rp. 12.330.000,-. Namun faktanya, uang tersebut tidak ada, apalagi dibayarkan. Saya menghitungnya sebagai donasi editor terhadap nggalek.co.

Nah, setiap artikel yang masuk, harus diposting, namun hampir setiap artikel yang masuk ke saya, tidak disertai dengan gambar. Maka yang harus saya lakukan adalah mencari gambar sesuai dengan isi artikel supaya relevan. Mencari gambar tidak semudah yang dibayangkan. Maka biarlah saya yang memikirkannya. Biaya posting dan mencari gambar ini saya hargai Rp.20.000,- /artikel. Sehingga jika dikalikan dengan 411 artikel, keluar jumlah sebesar 8.220.000. Namun sekali lagi, uang tersebut tidak ada wujudnya. Yang ada, adalah nilai gotong royongnya (donasi).

Berkaitan dengan perawatan sistem, nggalek.co tak sekadar menyewa server dan membiarkannya begitu saja. Sejarah mencatat, bahwa nggalek.co pernah terkena peretasan (hack). Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra supaya tidak terjadi lagi. Nggalek.co menyewa webmaster handal. Dan dia adalah saya, hahahahaha…. Webmaster dihargai 500.000,- /tahun, dikalikan tiga tahun menjadi 1.500.000. Sumpah murahnya ngidap-ngidapi. Tapi ketimbang tidak diuangkan ya wes lah.

Internet yang dipakai nggalek.co adalah internet yang dibayari paditren.com, pun juga dengan kantor, masih nebeng di kantor PAMA. Biaya internet per bulan yang dikeluarkan adalah 150.000, dan jika dikalikan selama 3 tahun, sejumlah 5.400.000. Uang ini ada, tapi bukan nggalek.co yang punya. So, paditren.com meski dihantam berbagai kebijakan yang tak memihak, tapi masih kuat membayari internet nggalek.co.

Jika dihitung dalam nilai rupiah, dana yang dikeluarkan nggalek.co tidak seberapa, jauh jika dibandingkan dengan belanja APBD yang dkeluarkan oleh Pemda. Namun jika dilihat dari sisi manfaat, kira-kira Sampeyan semua sudah memahaminya. Adanya nggalek.co kira-kira bagaimana?

Oh ya, kalau dihitung memakai standar gaji berdasarkan porfesi pekerjaan tingkat nasional. Akan ditemukan angka yang cukup banyak. Coba lihat tabel di bawah ini:

Saya hampir tidak percaya dengan total rupiah yang muncul, ternyata cukup banyak. Lantas pertanyaannya, uang segitu banyaknya larinya ke mana?

Capaian Nggalek.co Selama 3 Tahun

Lantas sebenarnya apa prestasi nggalek.co selama ini? Apa kemudian media yang dikembangkan dengan “keringat darah” ini unfaedah lagi miskin apresiasi?

Tidak begitu Ferguzo, nggalek.co memiliki prestasi yang biasa-biasa saja, namun cukup membanggakan, tapi mungkin juga tidak cukup membanggakan bagi anggota yang lain. Kenapa bisa begitu? Karena kebanggaan sebagian orang muncul ketika ada “untung duitnya”. Lek wong biasa wis modyar!

Berikut sebagian kecil capaian nggalek.co:

  1. Mengadakan event besar kabupaten Trenggalek: Trenggalek Ngumpulne Balung Pisah 9 Juli 2016.
  2. Bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Timur menggelar diklat literasi komunitas baca di Trenggalek Tahun 2018.
  3. Mencetak buku “Menunggu Kepunahan Desa-desa” dan buku “Pranata Mangsa”.
  4. Bedah buku Menunggu Kepunahan Desa-desa dan Pranata Mangsa.
  5. Memfasilitasi sekolah-sekolah di Trenggalek dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis. Untuk ini mohon maaf tidak saya sebutkan yes. Biar menjadi rahasia antara kita dll.

Segudang persoalan bukan apa-apa jika dibandingkan dengan donasi yang telah diberikan oleh mereka yang turut berkontribusi untuk nggalek.co. Sampai di sini saya belajar, ternyata bukan uang yang dapat menentukan baik dan bagusnya capaian, melainkan niat, komitmen dan konsistensi.

Sampai di sini pun saya juga menyadari, pokoke lek wong biasa wis modyar seperti modyarnya trenggalekberliterasi.com beberapa situs lokal yang ada di Trenggalek.

TINGGALKAN KOMENTAR

Trigus D. Susilo
Lelaki kelahiran Watulimo, Trenggalek. Sejak kecil bercita-cita menjadi "agent of change". Meski hingga saat ini ternyata tidak ada yang bisa dia ubah, bahkan untuk mengubah namanya sendiri.