Saturday
6 June 2020
Njajah Desa Milang Kori


Tanya Jawab Covid-19 bersama dr. Calysta

Sebuah Esai dari Calysta Citra Sekarsari terbit pada 3 April 2020 — Tag: , , — Artikel ini dibaca normal dalam 3 menit.

Apa sih Covid-19?

Virus Corona adalah salah satu family virus yang sudah ada sejak lama dan banyak menyerang saluran pernapasan seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Covid-19 dinyatakan sebagai strain/jenis virus Corona baru sehingga penelitian tentang virus tersebut masih sangat terbatas.

Bagaimana cara penularan Covid-19?

Cara penularannya saat ini masih melalui droplet, yaitu percikan cairan yang keluar saat bersin dan batuk. Bisa juga melalui kontak tidak langsung. Misal, ada seseorang bersin dan percikan bersinnya menempel pada meja. Saat tangan kita menyentuh meja tersebut otomatis droplet yang mengandung virus dapat menempel pada tangan kita. Karena itu, pencegahan utama adalah dengan mencuci tangan dengan sabun, 6 langkah sesuai anjuran WHO selama 40 detik, dan tentunya… jaga jarak!

Bisa menyebar melalui udara bebas nggak, Dok?

Sampai saat ini WHO sudah mengumumkan adanya kemungkinan penyebaran lewat udara bebas atau airborne, tetapiiiii….HANYA UNTUK PETUGAS MEDIS yang melakukan tindakan kedokteran yang bisa mengubah bentuk droplet menjadi bentuk aerosol. Contoh bentuk aerosol dalam kehidupan sehari-hari adalah asap dan kabut. Nah, beberapa tindakan kedokteran seperti suction untuk menghisap dahak, atau intubasi untuk memompa paru dapat mengubah bentuk droplet ini menjadi aerosol. Jadi, masyarakat di luar sana tidak perlu khawatir akan penyebaran lewat udara bebas J

Apa itu masa inkubasi virus?

Jadi masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan sebuah virus mulai dia masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Selama masa ini, virus akan bereplikasi (berkembang biak). Virus Corona ini dikatakan memiliki masa inkubasi 2-14 hari, sehingga bisa jadi seseorang sudah terinfeksi tetapi belum menimbulkan gejala, karena masih memasuki masa inkubasi.

Kenapa yang meninggal banyak sekali, Dok?

Pada dasarnya, pasien-pasien usia tua atau orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah (bisa jadi karena mengalami penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu), memiliki risiko lebih tinggi dalam perburukan gejala. Artinya gejala yang dialami bisa lebih berat dibanding dengan orang-orang dengan daya tahan tubuh yang bagus.

Kenapa banyak warung kopi ditutup?

Ini adalah usaha pemerintah dalam menerapkan social distancing (tidak berpergian atau mendekati kerumunan) atau self isolation (mengisolasi mandiri di rumah). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penularan penyakit.

Katanya obatnya sudah ketemu?

Sampai saat ini belum ada penelitiannya. Yang ada baru laporan kasus. Pemberian obat-obatan seperti chloroquin harus atas anjuran dokter, karena efek sampingnya bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Jadi, jangan beli sendiri ya, Gaes. Berbahaya!

Kenapa dokter butuh masker dan baju astronot, Dok?

Karena kita meminimalisir adanya kontak dengan pasien. Dokter dan tenaga medis lain harus melakukan tindakan medis dan berada dekat dengan pasien saat melakukan perawatan. Seperti yang sudah saya katakan di atas. Di rumah sakit penyebarannya bisa melalui airborne atau udara bebas karena adanya tindakan medis yang dapat mengubah bentuk droplet menjadi aerosol. Jadi, tunda periksa ke rumah sakit jika tidak dalam keadaan gawat darurat, karena rumah sakit merupakan tempat yang infeksius.

Baju astronot dan masker yang digunakan pun idealnya sekali pakai langsung dibuang supaya tidak menimbun penyakit.

Kenapa harus jaga jarak, jaga hubungan saja susah, Dok?

Sabar dulu ya, daripada dekat-dekat malah sakit karena terinfeksi. Mending jaga jarak untuk meminimalkan kontak dengan orang lain. Ada yang disebut dengan carrier, yaitu orang-orang yang sudah positif adanya virus tetapi tidak menimbulkan gejala. Bisa jadi, karena memang daya tahan orang tersebut bagus, atau virus sedang dalam masa inkubasi. Nah, orang-orang carrier ini meskipun tidak bergejala tetapi bisa menularkan lhooo. Waspadalah!! Waspadalah!!

Memang benar Dok, berjemur bisa bikin mati virus?

Sampai saat ini belum ada penelitian yang mendukung, yaaa… Jadi jangan jemur lama-lama di siang terik, yang ada malah gosong kitanya. Kalau berjemur untuk dapat vitamin D, yang bagus untuk tubuh sih boleh-boleh saja.

Minum jamu benar meningkatkan imun-kah, Dok?

Kalau jamu saja ya tidak cukup, Kakak. Imun terpenuhi dari asupan gizi. Prinsip utama gizi kita adalah makanan seimbang. Buatlah menu sehat dan seimbang, penuhi asupan nasi, protein nabati dan hewani, serta sayur dan buah setiap hari. Sampai saat ini belum ada penelitian efek jamu-jamuan terhadap Covid-19. Kalau memang mau minum ya secukupnya saja, tetapi jangan lupa asupan gizi utamanya. Hindari fast food dan gorengan. Hindari rokok juga.

Kapan kita dites di rumah-rumah?

Tanyakan pada Pak Bupati, ya? Tergantung kebijakan tiap daerah.

Kalau ada keluarga yang datang dari Surabaya atau Jakarta, saya harus bagaimana, Dok?

Harus isolasi mandiri selama 14 hari, ya. Jangan berkeliaran atau malah berpergian, baik keluarga yang datang maupun yang pernah kontak dengan keluarga tersebut. Bila ada keluhan bisa menghubungi call center Covid-19 di kota masing-masing.

Oh ya, perlu diingat bahwa ilmu kedokteran dapat berubah sewaktu-waktu bila penelitian terbaru sudah muncul. Bisa jadi, yang saya katakan hari ini teorinya berubah esok hari. Harap teman-teman sekalian bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah termakan hoax. Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR