ReportaseDampak Pemadaman Listrik di Kecamatan Bendungan Akibat Bencana Alam

Dampak Pemadaman Listrik di Kecamatan Bendungan Akibat Bencana Alam

Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak dapat diperkirakan secara pasti kapan terjadi. Tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, sempat memicu pemadaman listrik di jalur Desa Sumurup sampai Desa Boto Putih, pada Rabu, 08 Desember 2021 lalu.

Seperti yang telah diketahui, pemadaman listrik menjadi salah satu kendala bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa warga yang terdampak hanya bisa bersabar menunggu perbaikan jaringan listrik.

“Ada yang lapor kepada petugas terdekat dan ada juga yang bersabar menunggu, sampai di benahi,” tutur Joko Santoso, warga Desa Surenlor, saat dikonfirmasi melalui telepon.

Akibat dari pemadaman listrik ini, masyarakat harus mempunyai pengganti untuk penerangan dalam rumah, terlebih pada malam hari.

“Ya kalau pas matinya siang hari tidak perlu penerangan. Kalau pas malam hari, sebagai ganti ada yang menyalalakan lilin, juga genset atau diesel, bagi yang punya. Tetapi kadang juga tidak ada penggantinya, menunggu sampai nyala,” imbuhnya.

Pemadaman listrik yang kerap terjadi tersebut dipicu bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Pohon tumbang itu menimpa kabel listrik yang ada di sekitarnya. Bencana yang datang saat musim penghujan dengan disertai angin kencang, tentu harus mendapat perhatian ekstra dari pihak-pihak terkait.

Krisni Mutarto, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, menjelaskan secara wewenang, pemerintah daerah kabupaten harus melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa.

“Yang jelas ada tindakan kita, selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik di pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan juga perhutani dan sampai ke tingkat desa,” tuturnya saat diwawancarai melalui telepon.

Saat cuaca ekstrem atau musim penghujan, Krisni mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada terjadinya bencana alam. Krisni mengatakan, BPBD Trenggalek juga memasang alat deteksi pada tanah gerak yang berpotensi bencana.

“Mengenai tanah gerak di wilayah Kecamatan Bendungan, titik-titik yang sangat rawan, kami memasang EWS [Early Warning System],” jelasnya.

Tri Atmawan
Tri Atmawan
Si bungsu yang dulu pernah menjadi pemuda puitis. Mulai tertarik pada bidang kepenulisan dan jurnalistik. Untuk belajar mengenang berbagai peristiwa yang dilaluinya.
ARTIKEL TERKAIT

Ramai dibicarakan

Artikel Terbaru