OpiniCara Menjaga Kesehatan Mental dari Kata ‘Gitu Aja Kok Baper’

Cara Menjaga Kesehatan Mental dari Kata ‘Gitu Aja Kok Baper’

Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, atau bahkan orang lain dengan dirimu, karena kamu adalah versi terbaik untuk dirimu sendiri dan orang lain adalah versi terbaik bagi dirinya.

Apa sih kesehatan mental itu? Kesehatan mental merupakan kondisi di mana seseorang dalam keadaan sejahtera: optimal baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Dengan begitu, ia dapat menyadari kemampuan yang ia miliki, ia mampu mengelola stres pada dirinya, mampu beradaptasi dengan baik, dapat menjalankan kehidupan dengan produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan.

Oleh karena itu, memperhatikan kesehatan mental/psikis manusia merupakan hal yang sangat penting. Kesehatan psikis bisa mempengaruhi kesehatan fisik, maka kita harus menjaga psikis kita agar selalu sehat. Jika psikis kita sehat, maka fisik pun akan sehat. Kesehatan psikis dan fisik memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Namun sangat disayangkan, kebanyakan orang tidak peduli dengan kesehatan mental. Mereka berbicara dan bertindak tanpa mengerti dampak dari yang mereka perbuat. Dengan sadar mereka merusak mental seseorang, dan berlindung pada kata-kata “hanya bercanda, gitu aja baper”.

Kurangnya pengetahuan akan kesehatan mental menjadi penyebab semua ini. Mereka meremehkan dan menggampangkan segala sesuatu yang malah sebenarnya merupakan hal yang sangat fatal jika dilakukan.

Tidak hanya perkataan dan perbuatan secara langsung, tetapi juga perkataan secara tidak langsung. Seperti kegiatan dalam bermedia sosial. Penggunaan media sosial, seperti facebook, instagram, twiter dll, menjadi alat komunikasi yang sangat berpengaruh dan sering digunakan pada masa kini.

Selain untuk berkomunikasi, media sosial juga dibuat sebagai alat penyebaran informasi. Namun, ada sisi negatifnya yaitu, informasi yang dimuat belum tentu benar, dan malah membuat si pembaca menjadi parno. Pada akhirnya kondisi mental tertekan akibat keparnoan itu.

Jadi, tekanan mental itu dapat ditemukan di mana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyebab-penyebab tersebut akan berkurang atau tidak terlalu berimbas, ketika kita dan orang-orang sekitar, mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Baik itu dengan cara kita memperlakukan seseorang, atau cara kita diperlakukan oleh seseorang.

Ketika kita mengetahui akan pentingnya menjaga kesehatan mental, kita akan lebih menghargai, baik pada mental kita sendiri maupun mental orang lain.Untuk menjaga kesehatan mental, perlu ada adaptasi dalam menghadapi segala kondisi. Baik dari kesulitan, trauma, tragedi, atau ancaman stres lain yang lebih signifikan. Dengan sikap tersebut, seseorang akan lebih mampu dan sanggup bangkit kembali dalam mengatasi kesulitan.

Adaptasi di sini merupakan sifat lentur (tidak mudah patah) dalam kondisi ditekan secara ekstrim sekalipun. Untuk mengatasi masalah dalam kesehatan mental di antaranya adalah dengan tidak mendiagnosa kondisi mental diri sendiri. Diagnosa yang tepat merupakan diagnosa yang didapat setelah konseling.

Kapan konseling itu diperlukan? Konseling akan dibutuhkan ketika sudah tidak nyaman dengan keadaan yang sama, merasakan keganjalan-keganjalan setiap melakukan produktivitas, merasa tidak mendapat dukungan dari orang lain, tidak mampu mengolah emosi yang ada pada diri sendiri dst.

Poster cara menjaga kesehatan mental
Poster cara menjaga kesehatan mental/Foto: Isti Munawaroh

Harus dipahami juga bahwa, kondisi fisik dan mental setiap orang itu berbeda-beda. Dengan begitu, perlakuan yang harus kita berikan ke setiap orang pun juga harus berbeda. Bagaimana kamu akan diperlakukan, itu akan sebanding dengan bagaimana kamu memperlakukan orang lain. Lebih menghargai seseorang itu penting, karena setiap manusia memiliki kelebihannya masing-masing.

Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, atau bahkan orang lain dengan dirimu, karena kamu adalah versi terbaik untuk dirimu sendiri dan orang lain adalah versi terbaik bagi dirinya.

Standar yang dimiliki setiap orang itu berbeda. Tidak bisa dipukul rata. Misalnya, di Indonesia menentukan standar kecantikan itu harus tinggi, berat badan ideal, kulit putih bersih, rambut lurus. Nah yang menjadi pertanyaan, apakah semua orang yang ada di Indonesia itu memiliki kriteria demikian? Tentu saja tidak. Karena, Indonesia memiliki keberagamannya sendiri, dari agama, suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat.

Mereka memiliki keistimewaan sendiri. Lantas, kenapa harus ada standar? Jika yang dimaksud standar itu merupakan bentuk dari cacian untuk diri sendiri? Awal dari perbandingan pada akhirnya menjadi tekanan mental.

Dengan demikian, jangan menyamakan standar yang kamu miliki dengan standar yang dimiliki orang lain. Kita sebagai manusia memiliki keistimewaaan sendiri-sendiri, maka dari itu juga penting bagi kita untuk selflove. Yaitu, mencintai diri sendiri tanpa harus memikirkan orang yang akan menghancurkan mental kita.

Selain itu selflove sangat berguna untuk kesehatan mental. Dengan selflove kita lebih menghargai apa yang ada pada diri kita, kita lebih bisa mengapresiasi apa yang kita perbuat, dan terutama bisa beradaptasi terhadap segala kemungkinan. Karena, kita sudah menyadari bahwa diri kita sudah berusaha secara maksimal untuk memulai hal tersebut, meskipun hasil yang kita dapat tidak selalu sama seperti apa yang kita inginkan.

Cara Menjaga Kesehatan Mental yang Dapat Kita Lakukan:

1. Menerima dan Menghargai Diri Sendiri

Menyadari bahwa setiap manusia itu unik dan berbeda, penting untuk mengenali kelemahan dan kelebihan yang dimiliki. Bersikap realistis terhadap hal hal yang masih dapat diubah untuk menjadi diri yang lebih baik.

2. Membangun Relasi Positif dengan Orang Lain

Mengikuti kegiatan atau membantu orang lain dapat membuat seseorang merasa semakin berharga, percaya diri, dan tidak merasa sendiri. Hal ini dapat dilakukan baik di lingkungan tempat tinggal, kerja maupun pertemanan.

3. Membangun Pikiran yang Positif

Pikiran positif membuat seseorang merasa lebih tenang. Saat menghadapi masalah sekalipun. Karena, kita dapat melihat masalah dari sudut pandang yang lain, fokus pada hal penting dari masalah yang dihadapi, serta tidak berlarut-larut dalam tekanan atau perasaan tidak menyenangkan.

4. Mengatur Pola Hidup

Dengan mengatur pola hidup sehat seperti olah raga teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, akan membuat hidup lebih rileks dan lebih positif.

5. Memiliki Waktu untuk Menjalankan Hobi yang Disukai 

Dengan melakukan hal yang disukai akan menumbuhkan emosi positif. Sehingga, membuat tubuh menjadi rileks dan dapat menyeimbangkan emosi positif dan negatif.

6. Terbuka Dapat Menyampaikan Pikiran atau Perasaan

Mengungkapkan pikiran atau perasaan dapat membantu seseorang merasa lebih ringan dan damai dengan masalah yang dihadapi.

Referensi:

“What is Mental Health” (2020). Diakses pada 29 Mei 2022 dari: https://www.mentalhealth.gov/basics/what-is-mental-health

“Kesehatan Jiwa” (2019). Diakses pada 29 Mei 2022 dari https://www.bkpp.slemankab.go.id

“Memahami Apa itu Kesehatan Mental Hingga Cara Menjaganya”(2021). Diakses pada 02 Juni 2022 dari https://hellosehat.com

Isti Munawaroh
Isti Munawaroh
Mahasiswi psikologi Islam semester 4 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung. Lahir 02 Juni 2002 di Trenggalek, bisa dihubungi melalui instagram @isti_mnwrh.
ARTIKEL TERKAIT

Ramai dibicarakan

Artikel Terbaru