Misbahus Surur

Misbahus Surur
81 KIRIMAN11 KOMENTAR
Kelahiran Munjungan, Trenggalek. Menulis buku Turonggo Yakso Berjuang Untuk Eksistensi (Yogyakarta: Syafni Press, 2013) dan menyunting buku Rengkek-Rengkek: Senarai Catatan dan Kisah (Per)jalan(an) di Kota Trenggalek (Trenggalek: Tuhālas Biblioteca, 2015).

Kronik Pedalaman, Islam dan Akhir Majapahit

(Situasi Trenggalek-Ponorogo-Pacitan Abad 16) Trenggalek di masa lampau adalah wilayah pegunungan terisolir. Jalan sejarah daerah ini—karena minimnya catatan historiografi,...

Dari Seni Agraris hingga Perkara Panitia 10 Orang

Di beranda Faceboook beberapa hari lalu seorang tokoh literasi kenamaan Trenggalek menulis status-nya dengan mengatakan bahwa seni tradisi bukanlah seni agraris. Ia...

Menjepret Trenggalek dengan Lensa Etnografi

Trenggalek adalah kabupaten yang ditopang oleh dua tradisi yang terekat-erat (tani-nelayan). Memberi pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari dan sosial-ekonomi masyarakatnya hingga kini. Di sini...

Mencermati Isi Kota

Ia suka kota itu pada sore hari ketimbang pagi harinya. Namun ia tak bisa memastikan alasan kesukaannya. Barangkali di satu sore tertentu...

J(el)ajah Pule-Panggul, Menghitung Cagar Budaya

Trigus bersama istrinya datang ke Tugu tepat jam 8 pagi, sesuai janji kami malam harinya, ketika saya baru saja selesai mandi. Sembari menunggu...

Lampu Dim dan Hal-hal Menyebalkan Lainnya di Jalanan

Sebagai orang yang sering menghabiskan waktu di jalanan (maksudnya sering bersepeda motor), saya kerap menghadapi perkara sepele tapi menyebalkan di perjalanan....

Paradoks Musim Kemarau dan Musim Hujan di Trenggalek

Mengapa saat musim kemarau banyak desa di Trenggalek mengalami kekeringan, sebaliknya ketika musim hujan tiba, desa-desa dan jalur menuju desanya berganti disambangi banjir dan...

Hakikat Masyarakat Nelayan di Pesisir Trenggalek

Secara spasial, interaksi masyarakat nelayan Prigi berpusar di pinggir pantai (laut) dan pasar (daratan). Masyarakat Trenggalek pesisiran secara umum, dan Prigi secara khusus, adalah...

Pohon Bendo dan Cerita Para Pemikat Burung

Dalam budaya Jawa, manusia digambarkan begitu karib dengan kayon (pohonan), tumbuhan dan hewan-hewan di sekitarnya. Sering pula beberapa jenis kayon, tumbuhan dan hewan menjadi...

Tengu

Satu waktu di suatu malam, beberapa orang teman sedang tenggelam dalam pembicaraan tentang berbagai hal, dan lalu tiba-tiba menyinggung perihal madu dari lanceng—yang barusan ...

Merumuskan Ide dari Kedai Kopi

Namanya Kafe Cengkeh (sebetulnya kata bakunya cengkih). Terletak di utara jalan timur pertigaan Hotel Widowati. Rupa-rupa wajah orang tiap hari mampir ke situ: berlalu-lalang...

Wajah Kampung Halaman

Ketika mencoba mencari “wajah” tentang kampung, saya terbawa pada beberapa tempat yang pernah saya tinggali. Apakah kampung itu seperti desa saya di dekat pantai...

Desa dalam Pusaran Arus Mudik dan Balik

Ramadan di masa kecil saat di Munjungan, sebagaimana Ramadan bagi anak-anak segenerasi saya, adalah Ramadan yang ceria. Saat masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah,...

Bagaimana Rongga Besar di Guo Lowo Terbentuk?

Selain di Kecamatan Kampak dan Dongko, di Desa Watu Agung, Watulimo, arah timur Gunung Sepikul—nama untuk dua pasang gunung (Gunung Sikambe dan Gunung Suwur)...

Candi Brongkah, Pintu Masuk Menyelisik Pemukiman Kuno di Trenggalek

Candi Brongkah terletak di timur perempatan lampu merah Desa Kedunglurah, Pogalan. Candi ini tepatnya berada di Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah, sebelah utara jalan besar...

TOP AUTHORS

Abdul Rohman
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Abid Famasya
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Achmad Santoso
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Ahmad Najib
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
Ajar Shidiq
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Amin Tiyas Hidayah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Amruloh
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Andrik Waluyo
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Androw Dzulfikar
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
Aris Wahyudi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Asul Wiyanto
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Bayu Teguh Pambudi
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Bonari Nabonenar
45 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cahyo Handriadi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cak Edy Santoso
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Calysta Citra Sekarsari
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cokro Wibowo Sumarsono
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Demang Kolot
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Desi Utami
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Dian Meiningtias
15 KIRIMAN0 KOMENTAR
Dini Novi
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Doni Farochin
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Edwin Anugerah Pradana
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Avatar
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
Eka Sutarmi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Eko Priyanto
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Elvan De Porres
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Gilang Tri Subekti
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
Goenawan
7 KIRIMAN0 KOMENTAR
Harendhika Lukiswara
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
Iman Finuaz
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Joeni Hartanto
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Kang Sholeh
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
Karlina Dwi Susanti
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
KW Lidhya Ningsih
11 KIRIMAN0 KOMENTAR
Lutfiana Zulfa
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. Choirur Rokhim
58 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. Indra Setiawan
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. M. Isnaini Taufiqillah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. Nur Arifin
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Masdanar
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Misbahus Surur
81 KIRIMAN11 KOMENTAR
Mochammad Faizun
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Abduloh Fakih
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Badruddin
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Faza Fauzan Adhima
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muksin Kota
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mukti Satiti
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mundi Rahayu
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nanang Kurniawan
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nur Fitriyani
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nur Mawadah
16 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nurul Hidayah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Pulung Nawawijaya
18 KIRIMAN0 KOMENTAR
Randy Mahendra
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Restu Nur Cholidah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Retno Kusumo
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Rica
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Roin J. Vahrudin
35 KIRIMAN0 KOMENTAR
Saiful Mustofa
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Samsul Rihanan
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
Shofiatul Fuadin Nisa
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Siti Farikatur Rohmah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Suripto
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
Tasbihul Mamnun
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Trigus D. Susilo
74 KIRIMAN63 KOMENTAR
Wahyu Agung P
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
Wulandari
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Yudy Sunarko
9 KIRIMAN0 KOMENTAR
Yuni LIana
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Zen Rachmat Sugito
1 KIRIMAN0 KOMENTAR

Most Read

Cengkih di Lereng Kelud dari Trenggalek?

“Saya tak tahu persis kapan pastinya pohon cengkih menyebar di kawasan lerang Kelud. Yang saya ingat, pohon cengkih dibawanya dari Kecamatan Kampak, Trenggalek.

Wista-lah, Kita Ini Generasi Mata Duitan!

Kira-kira dahulu apa yang ada di benak para pembawa bambu runcing? Apakah mereka turun ke gelanggang perang melawan penjajah hendak membela tanah airnya, atau...

Seperti Pilkada, Muncak ke Gunung Kadang juga Membosankan

Pencitraan sih sah-sah saja. Bahkan bisa menjadi mubah, sunnah, atau bahkan wajib tergantung dari tujuan dan kepentingannya.

Meruntuhkan Nggalekdotco dengan Semangat Sumpah Pemuda

Di penghujung Oktober, sebagai pemuda Indonesia kita disuguhi semangat dari Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Peringatan yang telah memasuki angka yang tidak lagi muda, yaitu...