Kamis, Juni 24, 2021

Misbahus Surur

Menjepret Trenggalek dengan Lensa Etnografi

Trenggalek adalah kabupaten yang ditopang oleh dua tradisi yang terekat-erat (tani-nelayan). Memberi pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari dan sosial-ekonomi masyarakatnya hingga kini. Di sini berkembang petani-pekebun padi, ketela pohon (singkong), pisang, cengkih, buah-buahan seperti durian, salak, manggis dll, sekaligus juga pengais ekonomi di...

Mencermati Isi Kota

Ia suka kota itu pada sore hari ketimbang pagi harinya. Namun ia tak bisa memastikan alasan kesukaannya. Barangkali di satu sore tertentu pada sebuah hari, terkandung kepingan suasana berbeda. Seperti bahwa pada sore hari kota itu serasa menjadi lebih...

J(el)ajah Pule-Panggul, Menghitung Cagar Budaya

Trigus bersama istrinya datang ke Tugu tepat jam 8 pagi, sesuai janji kami malam harinya, ketika saya baru saja selesai mandi. Sembari menunggu Ima selesai beres-beres, saya ajak keduanya sekalian sarapan. Bersama beberapa kawan, pagi itu kami berencana menyusuri desa-desa lagi. Sudah cukup...

Lampu Dim dan Hal-hal Menyebalkan Lainnya di Jalanan

Sebagai orang yang sering menghabiskan waktu di jalanan (maksudnya sering bersepeda motor), saya kerap menghadapi perkara sepele tapi menyebalkan di perjalanan. Di antara perkara menyebalkan itu adalah penggunaan lampu motor jarak jauh (lampu dim) di malam hari, dari arah...

Paradoks Musim Kemarau dan Musim Hujan di Trenggalek

Mengapa saat musim kemarau banyak desa di Trenggalek mengalami kekeringan, sebaliknya ketika musim hujan tiba, desa-desa dan jalur menuju desanya berganti disambangi banjir dan tanah longsor? Tahun ini saja, melalui pemberitaan news.detik.com (Jumat, 3 Agustus & Rabu, 3 Oktober...

Hakikat Masyarakat Nelayan di Pesisir Trenggalek

Secara spasial, interaksi masyarakat nelayan Prigi berpusar di pinggir pantai (laut) dan pasar (daratan). Masyarakat Trenggalek pesisiran secara umum, dan Prigi secara khusus, adalah masyarakat pesisir yang berciri sebagai masyarakat pedalaman. Mereka mengais ekonomi keseharian dari sawah, ladang, alas...

Pohon Bendo dan Cerita Para Pemikat Burung

Dalam budaya Jawa, manusia digambarkan begitu karib dengan kayon (pohonan), tumbuhan dan hewan-hewan di sekitarnya. Sering pula beberapa jenis kayon, tumbuhan dan hewan menjadi perlambang atau citra perangai hingga gestur manusia Jawa. Bahkan dunia batin orang Jawa juga digambarkan...

Tengu

Satu waktu di suatu malam, beberapa orang teman sedang tenggelam dalam pembicaraan tentang berbagai hal, dan lalu tiba-tiba menyinggung perihal madu dari lanceng—yang barusan  saya sebut adalah nama hewan dari jenis lebah dengan tubuh lebih mungil—, ingatan saya segera...

Merumuskan Ide dari Kedai Kopi

Namanya Kafe Cengkeh (sebetulnya kata bakunya cengkih). Terletak di utara jalan timur pertigaan Hotel Widowati. Rupa-rupa wajah orang tiap hari mampir ke situ: berlalu-lalang atau, sambil memesan kopi dan kudapan, duduk dalam waktu lama. Kafe yang terbuka bagi pengunjung...

Wajah Kampung Halaman

Ketika mencoba mencari “wajah” tentang kampung, saya terbawa pada beberapa tempat yang pernah saya tinggali. Apakah kampung itu seperti desa saya di dekat pantai (di pesisir Munjungan); atau seperti desa sewaktu saya mondok dulu: Desa Joresan, Ponorogo. Mungkin model...

About Me

Kelahiran Munjungan, Trenggalek. Menulis buku Turonggo Yakso Berjuang Untuk Eksistensi (Yogyakarta: Syafni Press, 2013) dan menyunting buku Rengkek-Rengkek: Senarai Catatan dan Kisah (Per)jalan(an) di Kota Trenggalek (Trenggalek: Tuhālas Biblioteca, 2015).
84 KIRIMAN
11 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum

Penerapan mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan merupakan langkah awal yang harus dilakukan, khususnya di daerah rawan bencana.
- Advertisement -spot_img