EsaiButterfly Effect: Dari Ketidaksengajaan Mendengar Lagu SID ke Penolakan Tambang

Butterfly Effect: Dari Ketidaksengajaan Mendengar Lagu SID ke Penolakan Tambang

Pernahkah Anda mengetahui jika kita yang sekarang adalah apa yang dihasilkan dari pilihan kita saat di masa lampau; dan apa yang kita pilih sekarang akan menentukan kita di masa depan?

Mungkin terdengar sedikit slippery slope (sebuah istilah dalam logical fallacy), namun hal ini bisa dijelaskan secara sains.

Butterfly effect (efek kupu-kupu) adalah sebuah bagian dari chaos theory atau teori kekacauan. Chaos theory ini masuk dalam ilmu matematika modern yang mencoba untuk mencari keteraturan dari hal yang sebenarnya berantakan –tidak teratur. Sebagaimana sebuah sistem yang tidak teratur atau random seperti awan, pohon, cuaca, dan lain-lain, bahkan hingga sejarah panjang peradaban manusia.

Istilah butterfly effect itu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Edward Norton Lorenz pada 1961, seorang ilmuan kebangsaan Amerika Serikat yang mempunyai latar belakang pendidikan pada bidang matematika dan meteorology Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dia menemukan teori ini ketika mesin ramalan cuacanya gagal dalam meramal karena melakukan kesalahan dalam penginputan data. Ternyata dengan salah input data meskipun sepele dan kecil, akan mempunyai pengaruh yang besar dalam pemrosesan mesinnya untuk meramalkan cuaca.

Terdengar agak rumit dan bertele-tele, tapi secara sederhana butterfly effect mempunyai kesimpulan jika sesuatu pilihan sekecil apa pun dan terlihat remeh akan berakibat besar di masa mendatang. Ini yang perlu Anda pahami. Sampingkan tentang mesin cuaca dan Edward Lorenz.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menceritakan cerita saya sendiri yang dimulai dari saya kelas 2 SMP.

Pada hari itu seingat saya, di bulan Agustus, karena yang saya ingat banyak jam kosong karena waktu itu kebanyakan siswa dan guru sibuk mempersiapkan lomba dan acara agustusan.

Kebanyakan dari kami (siswa/i SMP) waktu itu menghabiskan jam kosong dengan mengunjungi teman di kelas lain, menemui pacar, dan-atau hanya duduk di depan kelas sambil bermain HP dan mengobrol.

Karena belajar bagi saya waktu itu adalah hal yang tidak ada menarik-menariknya, maka saya memilih untuk bergabung dengan teman yang duduk-duduk di depan kelas sambil bermain HP. Saya lupa secara detail, namun entah mengapa saya meminta lagu untuk dikirimkan ke HP saya untuk diperdengarkan. Dan teman saya mengirimkannya lewat bluetooth. Dan lagu yang yang dikirim seingat saya lagunya Superman Is Dead (SID) dengan judul Sunset Di Tanah Anarki.

Bagi saya waktu itu, genre band SID masih begitu asing, namun saya suka dengan melodi dan lirik yang dibawakan. Saya memutar lagu hampir setiap saat ada kesempatan untuk mendengarkannya.

Singkat cerita saya mulai mencintai lagunya Superman Is Dead dan saya mencari lagu lainnya selain Sunset Di Tanah Anarki. Alhasil, banyak lagunya SID yang saya dengarkan.

Kecintaan saya pada lagunya SID membawa saya untuk mencari tahu informasi tenang group band tersebut, mulai dari sejarah band yang awalnya Superman Is Silvergun hingga pergantian personil yang kini sudah menetap 3 nama, yakni, Eka Rock, Bobby Kol, dan Jerinx atau lebih dikenal dengan sebutan JRX.

Selain itu saya mengetahui tentang band SID jika personilnya juga seorang aktivis kemanusiaan dan lingkungan. Seperti contoh penolakan reklamasi Teluk Benoa yang sering mereka suarakan, lalu gerakan menolak lupa terhadap aktivis HAM yang tewas dan menghilang seperti Munir, Marsinah, Widji Tukul, dan lain-lain melalui album mereka, Sunset Di Tanah Anarki. Bahkan mereka sering mengajak Outsider dan Lady Rose (sebutan fans base mereka) untuk menjaga alam dan aksi untuk bersih-bersih lingkungan.

Tulisan JRX-lah yang mengajarkan saya (untuk pertama kali) untuk berpikir kritis. Seperti penolakannya terhadap reklamasi  Teluk Benoa. Waktu itu, katanya, jika reklamasi berhasil dilakukan, maka akan dibangun sebuah destinasi wisata. Hal ini bagi saya dulu adalah hal yang bagus (meski saya bukan warga Bali), namun JRX menyampaikan dalam tulisannya jika reklamasi Teluk Benoa tetap dijalankan, maka ekosistem pantai di sekitarnya akan terganggu dan nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan di sekitaran pantai akan tersisihkan karena proyek tersebut.

Selain itu, dengan adanya destinasi wisata baru di kawasan Benoa maka akan meningkatkan pengunjung, tentu hal ini baik dalam pendapatan daerah, tapi secara mobilitas akan semakin banyak orang yang berkunjung, kendaraan roda empat semakin ramai di jalan yang otomatis akan menjadikan jalanan macet dan polusi udara dari kendaraan tersebut.

Saya belajar dari JRX, jika untuk memandang suatu persoalan jangan dengan satu sudut pandang, melainkan harus menggunakan sudut pandang lain agar tidak mudah terpengaruh.

Dan dari situlah saya mengenal apa itu punk, bagaimana perlawanan mereka, bahkan saya sempat mempelajari ideology anarkisme.

Dan hal ini yang mempengaruhi saya sampai sekarang, dari sebuah lagu mempengaruhi saya dari bocah polos dan tidak tahu apa-apa bisa menjadi seseorang yang bersikap skeptis terhadap suatu persoalan dan mau untuk membuka pikiran.

Saya bisa menulis di nggalek.co karena juga salah satunya pengaruh lagu SID; tentang aktivisme manusia dan lingkungan. Kebetulan waktu ada pelatihan jurnalistik di nggalek.co saya sedang ingin mencari tahu tentang isu tambang emas di Trenggalek dan “boom”, secara mengejutkan waktu acara tersebut juga membahas isu tambang emas di Trenggalek yang selama ini saya cari sumber referensi relevannya.

Bayangkan, dari sebuah lagu yang saya dengarkan sekitar 5-6 tahun yang lalu (kurang lebih) mempengaruhi saya di masa sekarang. Termasuk untuk menulis tulisan yang Anda baca ini.

Itulah butterfly effect, di mana sebuah hal besar dipengaruhi dari hal kecil di masa lampau. Dari sebuah lagu yang saya dengarkan sekitar 5-6 tahun yang lalu (kurang lebih), mempengaruhi saya di masa sekarang termasuk untuk menulis tulisan yang Anda baca ini.

Termasuk pilihan Anda saat ini, entah memilih untuk menekuni hobi, memilih jurusan kuliah, atau bahkan untuk memilih membaca tulisan ini bisa mempengaruhi Anda di masa depan.

Namun Anda jangan sampai overthinking dalam memilih pilihan Anda saat ini, meskipun pilihan Anda bisa mempengaruhi Anda di masa depan. Semisal Anda takut dan ragu dalam memilih, karena berpikir jika tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal di masa depan. Ada banyak sekali hal yang sebenarnya tidak kita ketahui di dunia yang kacau dan random ini. Semisal Anda tidak akan pernah tahu peristiwa apa yang akan terjadi setelah membaca ini.

Beni Kusuma Wardani
Beni Kusuma Wardani
Seorang laki-laki yang mulai menekuni dunia seni visual dan kepenulisan karena tidak tahu mau ngapain.
ARTIKEL TERKAIT

Ramai dibicarakan

Artikel Terbaru