Penulis nggalek.co

Misbahus Surur
81 KIRIMAN11 KOMENTAR
Trigus D. Susilo
74 KIRIMAN63 KOMENTAR
M. Choirur Rokhim
58 KIRIMAN0 KOMENTAR
Bonari Nabonenar
45 KIRIMAN0 KOMENTAR
Roin J. Vahrudin
35 KIRIMAN0 KOMENTAR
Pulung Nawawijaya
18 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nur Mawadah
16 KIRIMAN0 KOMENTAR
Dian Meiningtias
15 KIRIMAN0 KOMENTAR
Suripto
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
Samsul Rihanan
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
Androw Dzulfikar
14 KIRIMAN0 KOMENTAR
KW Lidhya Ningsih
11 KIRIMAN0 KOMENTAR
Randy Mahendra
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mundi Rahayu
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Yudy Sunarko
9 KIRIMAN0 KOMENTAR
Harendhika Lukiswara
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
Gilang Tri Subekti
8 KIRIMAN0 KOMENTAR
Goenawan
7 KIRIMAN0 KOMENTAR
Kang Sholeh
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
Ahmad Najib
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muksin Kota
5 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. Indra Setiawan
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
Wahyu Agung P
4 KIRIMAN0 KOMENTAR
Achmad Santoso
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Bayu Teguh Pambudi
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Dini Novi
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. Nur Arifin
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
Retno Kusumo
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Abid Famasya
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nanang Kurniawan
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nur Fitriyani
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Lutfiana Zulfa
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Andrik Waluyo
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Iman Finuaz
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Masdanar
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Joeni Hartanto
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Ajar Shidiq
2 KIRIMAN0 KOMENTAR
Karlina Dwi Susanti
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Asul Wiyanto
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Desi Utami
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cokro Wibowo Sumarsono
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Shofiatul Fuadin Nisa
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Saiful Mustofa
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Abduloh Fakih
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Eka Sutarmi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Aris Wahyudi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Nurul Hidayah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mukti Satiti
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Restu Nur Cholidah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
M. M. Isnaini Taufiqillah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Siti Farikatur Rohmah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cak Edy Santoso
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Zen Rachmat Sugito
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Rica
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Wulandari
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Badruddin
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Edwin Anugerah Pradana
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Cahyo Handriadi
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Abdul Rohman
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Demang Kolot
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Elvan De Porres
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Tasbihul Mamnun
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Yuni LIana
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Amruloh
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Doni Farochin
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Amin Tiyas Hidayah
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mochammad Faizun
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Muhammad Faza Fauzan Adhima
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Calysta Citra Sekarsari
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Eko Priyanto
1 KIRIMAN0 KOMENTAR
Avatar
0 KIRIMAN0 KOMENTAR

Terpopuler Sepanjang Masa

Jalan rengkek-rengkek Munjungan Trenggalek
Saya tidak tahu bagaimana orang dari luar Munjungan merasakan pertama menginjakkan kakinya di Munjungan. Setelah menelusuri jalanan naik-turun dan berkelok di pegunungan-perbukitan di sebelah utaranya: melalui Kecamatan Kampak. Bagi mereka yang biasa melewati jalanan naik-turun di pegunungan, mungkin menjadi hal biasa. Namun akan menjadi hal berbeda serta lain cerita,...
Ilustrasi: Pondok Pesantren Musthafawiyah di Sumatera Utara | Foto Wikipedia | Edited mastrigus
Model pendidikan dan pengajaran pondok pesantren, zaman dahulu, kita tahu, adalah model pendidikan yang paling memasyarakat di Indonesia, sebelum diperkenalkan pendidikan modern gaya Barat: Belanda. Setidaknya, sejak permulaan abad ke-19, dan jauh sebelum itu, pondok pesantren bisa dibilang satu-satunya lembaga pendidikan yang paling dikenal masyarakat (umum). Secara sosiologis, selain tempat...
Carut Marut Manajemen Tiket Wisata di Trenggalek
Kabupaten Trenggalek dianugerahi potensi alam yang kaya, baik potensi yang tersimpan di dalam tanah maupun yang sudah nampak di atas tanah. Kekayaan inilah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengeruk pundi-pundi sumber PAD. Pengelolaan wisata di Trenggalek masih jamak memakai sistem tiketing,...
Tugu adipura-trenggalek
Pada mulanya buku sejarah Trenggalek disusun bukan karena niat meneliti sejarah (dan masa lampau) daerah ini, melainkan karena keinginan—lebih tepatnya hasrat besar—Soetran untuk mengubah nama Trenggalek menjadi Trenggalih. Dengan alasan, pengubahan nama itu dibebani harapan beserta efek: turut mengubah kondisi masyarakat Trenggalek yang sedari dulu: dianggap terbelakang, stagnan di...
meme istri bupati dan wakil bupati trenggalek- foto brilio.net
Sebagai orang yang hidup di jaman media sosial online, saya suka mengonsumsi budaya ber-medsos dengan cara yang, kadang santai kadang serius. Media sosial, sebagaimana arena kultural lain, merupakan ajang untuk mengonsumsi sekaligus memproduksi makna atas realitas sosial yang berseliweran. Beberapa hari lalu, melintas di timeline Facebook, sebuah status dengan...
gunung kumbokarno - foto google image
Gunung Kumbokarno terkenal angker, banyak hal mistik terselebung di sekitarnya. Hingga sekarang, belum ada yang berani menguak. Nenek moyang yang sedari dulu hidup di sekitar kawasan pesisir pantai banyak bertutur hal mistis kepada penduduk kampung. Sehingga cerita gunung yang tampak dari Prigi itu mendadak menjadi buah bibir, bahkan mencuat...
Foto Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek di sela-sela Festival Rakyat Trenggalek-diambil dari IG avinml
Baru saja berlalu gemuruh derap langkah kaki para pengunjung dan riuhnya musik di Festival Rakyat Trenggalek 2016, yang diselenggarakan pada 20-22 Mei kemarin. Festival yang juga bisa dipahami sebagi pesta rakyat tersebut masih menyisakan beberapa pertanyaan, khususnya dari kalangan orang juweh dan tidak gampang percaya seperti saya. Kira-kira apa...
icon-laterals
It is the fact that the new  media gives more power for people at large, mainly  giving more opportunities in participating in the  community’s lives through the voice that people can deliver. It is not surprising that in Indonesia context after reformation, there are many different voices come up...
Jenderal Soedirman ditandu ke Trenggalek.jpg
Rombongan Soedirman sampai Trenggalek dari Ponorogo melalui Kecamatan Tugu. Jenderal ringkih ini pada saat itu adalah orang yang paling dicari Belanda. Sebelum mereka menyeberang hilir Sungai Ngasinan di Desa Bendorejo yang terbelah, hendak menuju Kediri. Dengan jembatan yang setengah reyot sisa perang.

Munjunganisme

0
Ketertinggalan dan terabaikan dalam pembangunan adalah hal yang lumrah dirasakan warga masyarakat Kecamatan Munjungan, Trenggalek. Ketika warga kecamatan lain telah berpuluh tahun menikmati gilang-gemilangnya sinar lampu neon (daya listrik PLN), orang-orang Munjungan baru akhir tahun 2000-an bisa ikut merasakannya. Itu pun baru sebagian kecil masyarakat di sana. Ketika warga masyarakat...