Nama seorang anak dipanggil, disertai tepuk tangan hadirin. Anak itu berjalan dari kerumunan menuju panggung. Pembawa acara memperkenalkan lebih lengkap anak tersebut: duduk di kelas berapa, dari sekolah mana, dan prestasi apa saja yang sudah dicapai. Setelah anak berada di panggung, pembawa acara melanjutkan memanggil nama anak yang lain. Begitu seterusnya hingga beberapa nama selesai dipanggil.
Satu persatu secara berurutan, seseorang menyerahkan piagam dan tropi...
Menurut beberapa kawan yang saya temui di Munjungan, salah satu kekurangan yang dimiliki kecamatan tersebut saat ini adalah, sekali lagi, akses jalan. Untuk bisa...
Beberapa hari lalu, saya ke hutan Tumpak Walang dan menjumpai pohon-pohon di sana mulai bersemi. Nampak hijau dan bisa diharapkan hasilnya oleh petani. Saya...
Memutuskan
pulang kampung di tengah situasi politik yang sedang ngaceng-ngacengnya seperti
sekarang ini, rupanya bukanlah keputusan yang baik. Kampung yang dimaksud
di sini, ya kampung dalam pengertian yang...
Rabu, 30 Januari 2019 lalu, saya
mendapat undangan mengikuti seminar dan bedah buku Integrasi Antar-Lembaga dalam
Percepatan Pengembangan Kawasan Ekonomi Pedesaan, di UGM, Yogyakarta. Undangan
via email...
Miturut
ujare para simbah, Dhusun Nglaran biyen dadi pusat kesenian-e Desa Cakul.
Maneka-warna kesenian tradhisional ngrembaka ing Nglaran: jaranan, dhadhak
merak (reyog), ludruk, wayang wong, trebang, karawitan,...
Kelembagaan Rumah Coklat
Diskusi mengenai
organisasi kelembagaan Rumah Coklat akan dimulai dari tujuan pendirian Rumah
Coklat dan produk barang atau jasa apa yang dihasilkan. Dalam pengamatan kami,
saat...
Masyarakat
Trenggalek, khususnya bagian kota, tentu familiar dengan bangunan mungil nan
artistik di tengah Kota Karangan. Ya, bangunan tersebut adalah Rumah Coklat. Dipermaklumkan
sebagai ikon pembangunan agroindustri...