Tag: opini

Desa dan Eksploitasi

Tulisan ini adalah kegelisahaan saya sebagai priyayi Jawa partikelir melihat masalah desa yang sering tereksploitasi dibanding zaman dahulu, seolah...

Desa dan Alam yang Bersahabat

Begitu mendengar tentang desa, maka akan banyak pikiran yang muncul, dari daerah terpencil hingga orang-orangnya yang ndesit. Sebagai orang...

Apa Fungsi Perbup IUMK Trenggalek Sebetulnya?

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bukan usaha remeh. UMKM merupakan perwujudan nyata dari semangat dan optimisme untuk melakukan...

Tentang Tanaman Tembakau di Trenggalek

“Penak  nandur mbako, mergane nandur kurma atau zaitun nggak tuwuh” Begitulah kelakar seorang kawan di sela-sela panen tembakau yang melimpah...

Mas Ipin, Tahun Depan Berani Nanggap Ludruk?

Kesenian sulit bertahan dalam masyarakat urban dan hedonis, jika tidak ada yang mau berkorban untuk mempertahankan dan me-nguri-nguri. Selama...

Laptop itu mahal, Mas Emil

Di tengah acara nonton bareng film garapan Arifin C. Noer bersama kawan-kawan di kontrakan kemarin malam (biar “kekinian”), kejenuhan...

Cerita di Balik Perayaan Karnaval

Agustus adalah bulan penuh kesibukan hampir di semua tempat, khususnya di Kadipaten Trenggalek. Bulan Agustus merupakan bulan perayaan. Perayaan...

Pasar Rakyat yang Belum Pro-Rakyat

Meriahnya Pasar Rakyat yang diselenggarakan di alun-alun —dalam rangka Peringatan HUT RI ke-72 dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek—hari-hari ini...

Desa yang Berdaya melalui BUMDesa (Pengalaman di Desa Dlingo, Bantul, Yogyakarta)

Lokakarya Nasional Greget Desa 2017  yang diselenggarakan oleh IDEA pada tanggal 9-11 Agustus mengangkat tema “Mengelola Sumber Daya Desa...

Nasib Paguyuban Pasar Trenggalek

Awal tahun 2016 di pendopo Kabupaten Trenggalek pernah dilaksanakan upacara pelantikan pengurus paguyuban pasar daerah se-Kabupaten Trenggalek. Setiap pasar...

Batas Dunia yang Kian Kabur

Lahirlah generasi pengembara, generasi yang tak butuh fisik kuat untuk mengarungi samudera, generasi yang tak perlu mental seperti Gatot...

Memutus Rantai Sistemik Kemiskinan dan Keterhisapan dalam Pendidikan

“Kenapa si Warjo tidak disekolahkan ke Perguruan Tinggi?” Tanya Kang Soerip kepada Partono, petani yang selama ini menggarap sendiri...